Rabu, 23 Juli 2014

Apakah Surga Hanya Milik Orang Islam???

Tidak seperti ajaran sesat versi aktifis Islam liberal, 
dalam pandangan yang benar dan selamat, bahwa 
seorang yang tidak pernah menyatakan diri masuk 
Islam, tidak mungkin masuk surga. Meski pun dia 
berbuat baik jauh melebihi perbuatan baik seorang 
nabi sekalipun. Namun semua itu akan menjadi sia- 
sia tanpa arti bila tidak pernah mengesakan Allah 
SWT dan tidak pernah mengakui kenabian 
Muhammad SAW. 

Siapa yang memungkiri jasa dan kebaikan Abu 
Thalib, paman nabi tercinta? Bukankah dia siap 
berpalang dada tatkala kafir Quraisy ingin 
membunuhnya? Bukankah nabi Muhammad SAW 
sejak kecil telah dipeliharanya, diasuh, disayangi 
dan diajarkan berdagang? Bukankah Abu Thalib 
menyayangi Muhammad SAW lebih dari anak- 
anaknya sendiri? 

Namun seribu kali sayang, seorang yang 
sedemikian dekat pada diri manusia paling mulia, 
ditakdirkan oleh Allah SWT untuk tidak sampai 
mengucapkan dua kalimat syahadat. Hingga nafas 
terakhir dihembuskan, Abu Thalib tidak sempat 
merasakan manisnya iman. Hingga dalam sebuah 
riwayat disebutkan bahwa dia masuk neraka, 
namun dengan siksa yang paling ringan. 

Kalau seorang Abu Thalib yang menjadi kecintaan 
nabi Muhammad SAW sekalipun tidak bisa masuk 
surga, apalagi orang kafir yang jelas-jelas ingkar 
kepada Allah dan ingkar Nabi SAW. Di mana 
lidahnya belum pernah menyatakan ikrar atas 
kenabian Muhammad SAW dan membenarkan 
risalah Islam yang dibawanya. Semua amalnya itu 
hanya akan melahirkan kesia-siaan belaka. 

…Mereka itu tidak beriman, maka Allah 
menghapuskan amalnya. Dan yang demikian itu 
adalah mudah bagi Allah. (QS Al-Ahzab: 19) 

Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya 
mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah 
lalu Allah menghapuskan amal-amal mereka. (QS 
Muhammad: 9) 

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya 
mereka mengikuti apa yang menimbulkan 
kemurkaan Allah dan karena mereka membenci 
keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus amal- 
amal mereka.(QS Muhammad: 28) 

Dalam masalah ini, sekedar mengerjakan hal-hal 
yang bernilai Islami tapi tanpa mengakuan atas 
kebenaran Islam serta tanpa mengakui dirinya 
sebagai muslim, tidak akan berguna. Sama saja 
seperti seorang pandir yang setiap hari masuk ke 
kantor yang bukan tempat kerjanya. Setiap hari dia 
datang pagi-pagi, melakukan berbagai aktifitas 
seolah dia adalah pegawai di kantor itu. Padahal 
dia belum pernah mengajukan lamaran dan 
namanya tidak terdaftar di dalam kantor itu sebagai 
pegawai. Di akhir bulan, saat orang-orang 
mendapat gaji, dia protes karena tidak mendapat 
gaji. Padahal dia sudah merasa tiap hari masuk 
kantor dari pagi hingga petang. Tentu semua itu 
salahnya sendiri. Bagaimana mungkin orang yang 
tidak pernah diangkat jadi pegawai di suatu kantor 
dan tidak pernah ada keterikatan apapun, tiba-tiba 
minta gaji? 

Demikian juga dengan orang-orang non muslim, 
biar segala macam amal kebaikan telah 
dilakukannya, namun tanpa ada keterikatan formal 
sebagai muslim, maka semua amalnya itu tidak 
akan membuatnya menjadi penghuni surga. Meski 
dia menangis sejadi-jadinya. Semua itu salah dia 
sendiri. 

Kalau dikatakan bahwa surga itu milik umat Islam 
saja, maka pernyataan itu 100% benar. Hanya 
orang yang salah kaprah dan rusak fikrahnya saja 
yang merasa bahwa orang kafir bisa masuk surga. 
Bagaimana Allah akan memasukkannya ke surga, 
padahal dia tidak pernah mengakui Allah SWT 
sebagai tuhan, tidak pernah mengakui Muhammad 
SAW sebagai utusan tuhan, tidak pernah mengakui 
Al-Qur’an sebagai wahyu tuhan dan tidak pernah 
meyakini hari kiamat? 

Orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami 
dan adalah mereka dahulu muslimin. Masuklah 
kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu 
digembirakan.” Diedarkan kepada mereka piring- 
piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam 
surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati 
dan sedap mata dan kamu kekal di dalamnya.” Dan 
itulah surga yang diwariskan kepada kamu 
disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan. 
(QS Az-Zukhruf: 69-72) 

Kalau mau masuk surga, masuk dulu ke agama 
Islam. Tapi kalau tidak mau masuk Islam, silahkan 
buat sendiri surga-surgaan dalam alam khayal 
masing-masing. Sebab di dalam keyakinan seorang 
muslim sejati, hanya dengan menjadi seorang 
muslim sajalah kita bisa mendapatkan ridha dari 
Tuhan. Karena satu-satunya agama yang diridhai 
hanyalah agama Islam. Selain Islam, mohon maaf 
deh…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar